SEMINAR
KESIAPAN MASYARAKAT SIPIL
MENYONGSONG MP3EI DAN FOREST TENURE REFORM

Puri Avia, Puncak Bogor
23 April 2013
Pengantar
Mei 2011, dokumen MP3EI diterbitkan secara resmi oleh Pemerintah Indonesia.
Dokumen ini mengusung tujuan untuk mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi
melalui pengembangan 8 (delapan) program utama yang terdiri dari 22 (duapuluh dua) kegiatan
ekonomi utama, dengan tiga strategi pelaksanaan yaitu 1) mengembangkan potensi ekonomi
wilayah di 6 (enam) Koridor Ekonomi Indonesia, yaitu: Koridor Ekonomi Sumatera, Koridor
Ekonomi Jawa, Koridor Ekonomi Kalimantan, Koridor Ekonomi Sulawesi, Koridor Ekonomi
Bali–Nusa Tenggara, dan Koridor Ekonomi Papua–Kepulauan Maluku; 2) memperkuat
konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global (locally
integrated,globally connected); 3) memperkuat kemampuan SDM dan IPTEK nasional untuk
mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi.
Pada saat hampir bersamaam, isu forest tenure reform juga mencuat paska Konferensi
Internasional mengenai forest tenure di Lombok-NTB yang diprakarsai oleh Kementerian
Kehutanan, RRI dan sejumlah NGOs. Sebagai tindak lanjutnya, saat ini sedang digodok rencana
makro forest tenure kehutanan.
Di tengah dua fakta tersebut diatas, kita masih dihadapkan oleh situasi konflik agraria
termasuk konflik kehutanan masih tinggi dan menyebar. Sejumlah ekses konflik berupa tindakan
kekerasan juga mengemuka. Namun, upaya untuk mengendalikan dan menyelesaikan konflik
tersebut belum dilakukan secara serius dan sistematis. Bertolak belakang dengan keseriusan
pemerintah yang sedang melaksanaan agenda MP3EI. Padahal penyelesaian konflik agraria
(termasuk kehutanan) dipandang akan lebih menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat
bila dilakukan dengan cara mendistribusikan aset tanah kepada masyarakat miskin (melalui
program reforma agraria).
Sejumlah pandangan kritis menganalisa dan memprediksi bahwa pelaksanaan agenda
MP3EI justru akan mengakibatkan krisis sosio-ekologi karena tidak memperhatikan
pembangunan perdesaan/rakyat desa, termasuk kelompok rentan lainnya seperti perempuan.
Dengan mengutamakan pembangunan/pertumbuhan ekonomi, pelaksanaan MP3EI masih
mengundang pertanyaan apakah bisa memeratakan kesejahteraan dan mengangkat masyarakat dari kemiskinan.
Topik-topik di atas sungguh menarik untuk diperbincangkan dan untuk itu seminar ini diselenggarakan untuk tujuan:
– Sharing informasi dan pandangan kritis terkait perkembangan kebijakan tenurial kehutanan.
– Sharing informasi dan pandangan pandangan kritis terhadap agenda MP3EI.
– Mendiskusikan implikasi kedua agenda dari berbagai perspektif.
Hasil yang diharapkan
– Adanya penyebaran informasi terkait perkembangan kebijakan tenurial kehutanan dan MP3EI
– Adanya pandangan-pandangan kritis terhadap agenda Forest Tenure Reform dan MP3EI
– Poin-poin penting yang memerlukan perhatian lebih jauh terkait implikasi dari kedua agenda tersebut.
Pembicara
1. Hendro Sangkoyo
2. Sudarsono Soedomo, Ph.D
3. Mia Siscawati, Ph.D
Moderator
Noer Fauzi Rahman, Ph.D
Tempat Seminar
Puri Avia, Jl. Raya Puncak km. 65 No.179.
Pelaksanaan Seminar
Hari / Tanggal : Selasa, 23 April 2013
Waktu : 09.00 – 13.00