FKKM (Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat) bersama dg TLKM (Tim Layanan Kehutanan Masyarakat) dg didukung SAMDHANA menyelenggarakan ‘Peningkatan Kapasitas Tim Negosiasi Masyarakat’ di Gedung Balai Perindustrian Sudiang Makasar, 17-18 Juni 2013.
Peningkatan Kapasitas ini diperuntukkan bagi Tim Negosiasi Dusun Tallasa (Dusun Samangki, Kab. Maros, Sulawesi Selatan) yg sudah lama berkonflik dg Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Desa Samangki merupakan desa yang memiliki potensi yang cukup besar yang ada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mata pencaharian masyarakat Desa Samangki merupakan petani dan peternak. Aktifitas lain yang sering dilakukan yakni menjadi pembuat gula aren, menjadi pemungut kemiri dan mencari madu. Namun kawasan hutan yang merupakan tempat masyarakat mencari nafkah kini berubah status menjadi taman nasional. Areal Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) seluas 43.750 ha, yang terletak di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Sejarah konflik pengelolaan kawasan hutan di areal TN Babul telah berlangsung lama sebelum penunjukan kawasan tersebut sebagai taman nasional. Konflik mulai terjadi sejak ditetapkannya areal ini sebagai kawasan hutan melalui kebijakan TGHK. Namun eskalasi konflik meningkat sejak kawasan hutan di Pegunungan Bantimurung dan Bulusaraung kemudian ditunjuk sebagai areal Taman Nasional

Perjalanan panjang proses mediasipun telah berlangsung cukup lama, beberapa lembaga telah berupaya melakukan proses mediasi baik itu Pemerintah Daerah, Taman Nasional dan NGO. Seperti RECOFTC pada tahun 2009-2010, sedangkan pada tahun 2012 FKKM mendorong Desa Samangki untuk menjadi salah satu site dari 10 daerah project percontohan penyelesaian konflik yang dilakukan oleh Tim Tenurial Kementrian Kehutanan.

Dalam beberapa bulan terkhir, FKKM Sulsel yang dibantu oleh TLKM sangat intensif melakukan pertemuan-pertemuan setengah kamar dibeberapa stakeholder yang terlibat didalamnya, untuk menggali dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam upaya mediasi dan penyelesaian konflik dalam setiap pilihan opsi-opsi yang telah berkembang selama proses mediasi telah berlangsung.

Setiap bagian-bagian dalam proses mediasi konflik juga sangat perlu memperhatikan dampak sistemik, dan kebutuhan-kebutuhan pada setiap opsi-opsi tersebut, Menyamakan dan menyelaraskan frekuensi pengetahuan terkait opsi-opsi mediasi dan penyelesaian konflik dalam setiap tubuh stakeholder yang terlibat adalah hal yang sangat perlu dilakukan. Untuk itu FKKM bermaksud melakukan pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam hal proses negosiasi untuk mempercepat proses mediasi dan penyelesain konflik di Desa Samangki terkhusus Dusun Tallasa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah

1. Memberikan Pemahaman secara kompleks terkait semua opsi mediasi & resolusi konflik yang telah berkembang ; Enclave, Revisi RTRWP, & Zonasi. Yang terkait mekanisme, dan prosedurnya.

2. Membuat & Mengembangkan strategi serta mekanisme perencanaan dalam pencapaian opsi-opsi mediasi dan resolusi konflik