Masalah Tenurial, khususnya persoalan konflik menjadi perhatian banyak pihak saat ini. Hal ini dipicu krn skala konflik tenurial yang terus meluas, intensitasnya semakin masif, aktor yg berkonflik jg semakin banyak, serta mengakibatkan kerugian harta benda bahkan nyawa dari para pihak yang berkonflik. Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian scr serius dari para pihak.

WGT telah melakukan kerjasama dg KPH untuk melihat persoalan tenurial di 4 wilayah KPH: KPH Register 47 Lampung, KPH Kapuas, KPH Banjar, dan KPH Gularaya. Dalam melakukan identifikasi dan assesment persoalan tenurial di wilayah KPH tsb, digunakan perangkat analisis land tenure : RaTA, AGATA dan HUMa-win.

Pengalaman WG-Tenure bersama KPH dalam mengembangkan dan menggunakan perangkat analisis tenure perlu mendapat masukan dan pandangan dari berbagai pihak. Seminar dan Konsinyasi Integrasi Tools Analisis Land Tenure diharapkan dapat menjawab tantangan yang menjadi impian WGTenure dalam mengintegrasikan modul analisis land tenure yang dikembangkan dengan modul dan kurikulum yang dikembangkan oleh Pusat Diklat Kehutanan.

Tujuan:
1. Untuk mensosialisasikan pengalaman WGTenure dalam menggunakan perangkat Analisis Land Tenure di wilayah KPH
2. Untuk mendapatkan informasi dan sharing pembelajaran terkait dengan pengembangan kurikulum oleh Pusdiklat
3. Untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari Diklat Kehutanan terkait Perangkat Analisis Land Tenure
4. Untuk menggali persoalan tenurial kehutanan dalam wilayah KPH, dan
5. Untuk membangun peluang kerjasama dalam integrasi modul terkait analisis land tenure

Waktu & Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Rabu-Kamis, 26-27 Juni 2013
Tempat : Hotel Pangrango I, Jl. Pangrango No. 23 Bogor