MAKASSAR, WARTATIMUR.COM – Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM) bersama FKKM dengan dukungan Samdhana Institute terus berupaya melakukan mediasi dan resolusi konflik yang terjadi antara Dusun Tallasa, Desa Samangki dengan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Koordinator Program TLKM, Haeruddin mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan untuk meretas konflik, TLKM akan melaksanakan Workshop dengan tema “Mencari Resolusi Konflik Pemanfaatan Kawasan Hutan di Dusun Tallasa Desa Samangki Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan” pada 18 September mendatang.

“Workshop ini lahir dari proses panjang konflik lahan (tenurial) antara Masyarakat Dusun Tallas dengan pihak Taman Nasional Bantimurung. Proses-proses mediasi dan resolusi konflik yang dilakukan TLKM-FKKM Sulsel pun tidak dimulai kembali dari nol, tetapi dimulai dengan menggali kebuntuan-kebuntuan yang terjadi selama ini,” kata Haeruddin kepada Warta Timur, Kamis, (12/9).

Workshop ini, lanjut mahasiswa Kehutanan Unhas ini, akan menghadirkan beberapa stakeholder diantaranya Dinas Kehutanan Sulsel, Bappeda Sulsel, BPKH Wilayah VII Makassar, dan pihak Taman Nasional Bantimurung.

TLKM juga mengundang BPKRD Sulsel, BPN Kabupaten Maros, Fakultas Kehutanan Unhas, dan DPRD Komisi I Maros, Dinas Tata Ruang Kabupaten Maros, Bappeda Kabupaten Maros, Masyarakat Dusun Tallasa, dan Forum Masyarakat Babul.

Sementara itu, Ismet Tarunata, Fasilitator Konflik TLKM mengharapkan workshop ini akan menjadi ruang bersama bagi undangan untuk menyelesaikan konflik. “Semoga semua stakeholder yang kami undang dapat hadir untuk meluangkan waktunya berdiskusi dan berpikir tentang arah penyelesaian konflik di Dusun Tallasa,” ucap Ismet. (AR)

http://wartatimur.com/upaya-resolusi-konflik-tlkm-fkkm-akan-gelar-workshop.html