Pemangku kepentingan di tingkat akar rumput adalah masyarakat yang tinggal di dalam atau sekitar hutan dan para pihak yang berkepentingan dengan tata kelola hutan di wilayah tersebut. Karenanya ‘akar rumput’ bisa merupakan kelompok masyarakat, desa, kebupaten, propinsi, maupun unit manajemen pengelola hutan seperti KPH.

REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) serta upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim lainnya adalah usaha-usaha untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan para pihak dari berbagai unsur dan lembaga sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan dalam usaha pengurangan emisi di Indonesia. Sejauh ini pemangku kepentingan di tingkat akar rumput, sering terlupakan dalam proses pembuatan kebijakan padahal mereka merupakan ujung tombak dan penentu utama berhasil atau tidaknya sebuah program, tidak terkecuali REDD+.