Kawasan konservasi dalam kategorisasi nasional mencakup 2 kelompok besar:

1. Kawasan Suaka Alam
Cagar Alam: Kawasan yang ditetapkan untuk menjaga agar suatu species, habitat, kondisi geologi, ekosistem, juga proses ekologis agar tetap seperti apa adanya,tanpa campur tangan manusia.
Suaka Margasatwa: Kawasan yang ditetapkan untuk melindungi populasi dan habitat dari 1 atau lebih species tertentu yang memiliki nilai penting secara ilmiah.
2. Kawasan Pelestarian Alam

Taman Nasional: Pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,
menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.
Taman Hutan Raya: Mirip dengan Taman Nasional, namun memiliki keragaman hayati yang lebih rendah, dikelola untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa alami maupun bukan alami, jenis asli maupun tidak asli.
Taman Wisata Alam: Kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam
Dalam perkembangannya kemudian, Pemerintah menetapkan Taman Buru sebagai Kawasan Konservasi di Indonesia. Saat ini terdapat 521 Kawasan Konservasi yang terdiri dari:

219 Cagar Alam,
74 Suaka Margasatwa,
51 Taman Nasiional,
122 Taman Wisata Alam,
26 Taman Hutan Raya,
dan 12 Taman Buru.
Luas kawasan konservasi sekitar 26,82 juta hektar dimana 61% diantaranya merupakan Taman Nasional.