IUFRO (International Union of Forest Research Organizations) yang merupakan jaringan global dalam kerjasama ilmu pengetahuan mengenai kehutanan, menyelenggarakan konferensi Internasional dengan tema “Forest-related policy and governance: Analyses in the Environmental Social Sciences”. Konferensi ini didukung berbagai pihak: IPB, Georg-August-Universitat-Gottingen, KLHK, PERSAKI, ELSEVIER, APP, Sawit, GAPKI, APRIL, serta Tanoto Foundation, yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 4–7 Oktober 2016 di Ballroom IPB International Convention Centre.

Sebagai salah satu co-host dalam konferensi tersebut, PERSAKI (Perhipunan Sarjana Kehutanan  Indonesia), mendapatkan satu sesi khusus untuk diskusi tentang “Perhutanan Sosial dan Permasalahannya”. Diskusi tersebut mengundang seluruh DPD PERSAKI Provinsi, sejumlah Fakultas Kehutanan, dunia usaha, serta CSO yang concern di bidang kehutanan khususnya isu Perhutanan Sosial.

Sesi diskusi ini terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama diisi oleh 4 pembicara: Wiratno, Pudji Churniawan, Petrus Gunarso, dan Nida Nurul Huda. Masing-masing pembicara memaparkan materi selama 15 menit, dilanjutkan dengan diskusi tanya-jawab selama satu jam. Pudji Churniawan, dalam kesempatan ini memaparkan terkait permasalahan yang terdapat di kawasan hutan, serta menggulirkan usulan berupa ‘landuse amnesty’. Sebagai penutup materi, ketua PERSAKI ini juga menyampaikan “Kebersamaan dan komitmen para pihak diperlukan dalam mensukseskan program Perhutanan Sosial”, sebagai solusi dari problem yang sedang dihadapi Perhutanan Sosial.

Sesi kedua diskusi juga terdapat 4 pembicara dari instansi yang berbeda: Hardjono Arisman, Dian Novarina, Wika, dan Dian Yuanita. Diskusi yang dimoderatori Nurcahyo Adi ini memberikan pandangan yang lebih luas kepada peserta diskusi terkait problematika yang dihadapi di dunia Perhutanan Sosial, serta langkah-langkah yang perlu diambil dalam mencari solusi, mengingat pembicara yang memberikan materi berasal dari berbagai berbagai instansi: pemerintah maupun swasta. Terlebih lagi, 2 pembicara diantaranya merupakan perwakilan dari generasi muda yang mendapatkan beasiswa dari Tanoto Foundation, dengan mengusung tema materi “the role of youth”.