Puluik-Puluik merupakan 1 (satu) dari 6 (enam) Nagari yang ada di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat. Sebelumnya Nagari Puluik-Puluik terdiri dari 5 (lima) kampung diantaranya : Puluik-Puluik, Teratak Teleng, Teratak Baru, Asam Kumbang dan Calau. Setelah pemekaran Nagari Puluik-Puluik terdiri dari 3 (tiga) kampung yaitu : Puluik-Puluik, Teratak Teleng dan Teratak Baru. Sedangkan kampung Asam Kumbang dan Calau masuk ke dalam nagari yang dimekarkan yaitu Nagari Puluik-Puluik Selatan.

Ibu Nagari adalah Puluik-Puluik dengan + 3 km dari ibu Kecamatan dan + 30 km dari ibu kota Kabupaten serta berjarak + 83 km dari ibu kota Propinsi. Nagari Puluik-Puluik memilki luas + 42,45 Km2.
Nagari Puluik-Puluik memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

• Ke Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bayang
• Ke Utara berbatasan dengan Kabupaten Solok
• Ke Timur berbatasan dengan Kecamatan IV Jurai
• Ke Barat berbatasan dengan Kecamatan Koto XI Tarusan

Bentang Nagari Puluik – Puluik dan pemanfaatannya

Nagari Puluik-Puluik memiliki topografi alam berbukit-bukit, sedikit dataran rendah. Secara umum Nagari Puluik-Puluik mempunyai iklim kemarau dan penghujan, sehingga hal tersebut sangat berpengaruh untuk pola tanam yang ada di Nagari Puluik-Puluik. Dengan kondisi tanah yang cukup subur maka sangat mendukung untuk pertanian tanaman pangan dan holtikultura serta perkebunan. Sebagian besar masyarakat Nagari Puluik-Puluik bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun. Terbukti, bahwa sekitar 96 persen (1,190 ha) bentang alamnya diperuntukkan sebagai lahan pertanian, perkebunan, dan hutan nagari. Sementara masyarakat nagari mendiami pemukiman seluas 50 Ha.

Selain sangat berpotensi dibidang pertanian dan perkebunan Nagari Puluik-Puluik juga berpotensi dibidang peternakan, perikanan dan pariwisata. Dengan keadaan tanah yang subur dan terdapat sungai serta beberapa anak sungai, ini sangat memungkinkan untuk pengembangan peternakan dan perikanan di Nagari Puluik-Puluik. Pariwisata sudah lama menjadi daya tarik Nagari Puluik-Puluik terutama jembatan akar. Selain itu, masih banyak objek-objek wisata yang tak kalah bagus dari jembatan akar yang belum tersentuh dan dikelola dengan baik dikarenakan masih terbatasnya sumber daya, modal dan perhatian pemerintah daerah.

Selain didukung potensi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan pariwisata, Nagari Puluik-Puluik juga berada pada kawasan rawan bencana alam seperti longsor dan banjir yang disebabkan keadaan alam berbukit-bukit serta dikelilingi oleh sungai, dan beberapa anak sungai.

Masyarakat Nagari Puluik – Puluik

Jumlah Penduduk Nagari Puluik-Puluik sebanyak 2210 jiwa dengan penduduk laki-laki sebanyak 1131 jiwa, penduduk perempuan sebanyak 1079 jiwa dan jumlah kepala keluarga sebanyak 596 KK. Adat Istiadat yang berlaku di Nagari Puluik-Puluik adalah adat minangkabau dengan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Pelaksanaan adat dan budaya masih sering nampak dan tercermin dalam kegiatan-kegiatan seperti perkawinan, pengangkatan penghulu/datuak, turun mandi, khitanan dan kematian. Sedangkan dari cara berpakaian tidak lagi mencerminkan budaya tradisional dan lebih mengikuti perkembangan dunia luar.

Jiwa sosial dan kegotong royongan merupakan tradisi yang masih terjaga ditengah-tengah masyarakat tanpa memandang suku dan golongan. Masih bisa kita temui dalam kegiatan penyelenggaraan kematian, pesta perkawinan dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Sikap masyarakat yang mengutamakan kepentingan bersama, tidak terkotak kotak dalam suku-suku di dalam masyarakat Nagari Puluik-Puluik.

Nagari telah melaksanakan amanah Perda untuk kembali ke nagari yang didalam kegiatan bernagari, kehidupan sosial dan tatanan masyarakat untuk membentuk lembaga-lembaga yang didalamnya melibatkan unsur-unsur dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat serta pemuda/pemudi dalam nagari tersebut.