Jakarta, Warta FKKM. Tidak bisa dipungkiri bahwa sistem kelola hutan yang dilakukan masyarakat dapat berdaya guna secara ekologi, sosial, dan ekonomi. Sudah banyak bentuk kearifan yang dilakukan oleh masyarakat malah mampu menyelamatkan hutan dari degradasi dan deforestasi sehingga lambat laun mengikis anggapan yang selalu mengkambing hitamkan masyarakat dalam isu hilangnya hutan di Indonesia akibat perambahan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Dirjen PSKL) menyadari hal tersebut dan mencoba memfasilitasi bentuk-bentuk pengelolaan hutan oleh masyarakat dalam skema Perhutanan Sosial yang direncanakan mencakup 12,7 juta Ha kawasan hutan yang disediakan dan diharapkan dapat diimplementasikan hingga tahun 2019.

Untuk mendukung program peningkatan ekonomi rakyat, kini Dirjen PSKL membuka media promosi dan pemasaran produk perhutanan sosial melalui kehadiran Pesona Mart sebagai tindak lanjut kegiatan Pekan Perhutanan Sosial Nasional pada September 2016.

Dalam Peresmian, peluncuran dan pembukaan Pesona Mart, 28 Oktober 2016 di gedung Manggala Wana Bakti yang dihadiri sekitar 200 undangan mulai dari perwakilan pemerintah, lembaga internasional, NGO dan CSO, sampai perwakilan masyarakat ini, Bambang Hendroyono (Bahen-Sekjen KLHK) menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap pesatnya pengembangan produk masyarakat sebagai pengelola hutan. Sampai saat dibukanya Pesona Mart, telah terkumpul 481 produk dari masyarakat di kawasan perhutanan sosial yang secara keseluruhan merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu, antara lain; Kopi, Madu, Produk Herbal Olahan, dan kerajinan tangan serta kain tenun dengan skema kemitraan. Ini menandakan dapat merubah paradigma khalayak bahwa produk hutan tidak lagi berbasis kayu. Dengan beragamnya produk non kayu juga menandakan bahwa masyarakat bisa menjaga kelestarian hutannya dan secara langsung dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Prinsip Hutan Terjaga, Masyarakat berdaya menjadi kenyataan. Hadi Daryanto (Hadidar-Dirjen PSKL) dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, ini adalah awal dari berdayanya masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Kedepan, diharapkan hadir juga Pesona Mart di tiap provinsi-provinsi yang memiliki hutan kemasyarakatan. Direktorat jenderal PSKL siap menjadi motor dan mengawal perkembangan ekonomi masyarakat ini. Adapun hasil penjualan Pesona Mart yang berada di lantai 2 gedung manggala wana bakti ini, nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat sebagai tulang punggung pengelola hutan sesungguhnya.

Dalam kesempatan ini, Hadidar dan bahen juga berkesempatan memberikan bantuan 2 unit kendaraan operasional kepada perwakilan kelompok tani Rawa Danau sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yagn diharapkan menjadi penunjang proses pemasaran dan penjualan produk-produk mereka secara langsung.

28 Oktober 2016 juga menjadi momen penting untuk Masyhud (Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat – BUPSHA PSKL), yang merayakan hari lahirnya sekaligus penanda purna baktinya selama 33 tahun bergerak dibawah bendera kementrian kehutanan. Beliau mengingatkan, bahwa memang benar masa tugasnya telah berakhir untuk mengabdi kepada masyarakat, namun hal tersebut bukan merupakan akhir untuk tetap berkarya bersama masyarakat, menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya.

Perlu diketahui, bahwa saat ini FKKM, sebagai forum multipihak yagn bergerak dengan isu kehutanan masyarakat tengah mengembangkan media promosi dan pemasaran untuk produk-produk hasil kehutanan masyarakat. Sesuai dengan visi FKKM, sebagai pengembang kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyebaran informasi dan promosi, dan pendorong kebijakan kehutanan masyarakat. Dimulai dengan komoditas populer yaitu Kopi dengan label “4est Coffee”, FKKM mencoba mendorong pemasaran melalui media dan jejaring sosial dengan harapan bahwa Indonesia sebagai penghasil kopi terbaik dan terbesar nomer 2 di dunia, menjadi lebih memasyarakat dan dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Jaminan pasar nasional yang masih terbuka luas juga menjadi pertimbangan bahwa produk ini menjadi sangat potensial untuk diperkuat di dalam negeri.