Pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi terkait program reforma agraria di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menuturkan salah satu hasil rapat yakni menyepakati pembentukan badan percepatan pelaksanaan reforma agraria.

Iya itu dua hari lagi kami rapat lagi,” ujar Sofyan di Kantor Koordinator Perekonomian.

Selain pembentukan badan percepatan reforma agraria, pemerintah juga mematangkan dasar hukumnya. Nantinya dasar hukum itu akan berbentuk peraturan presiden (Perpres).

Terkait lahannya, pemerintah memastikan akan melepas 4,5 juta hektar lahan. Rinciannya yakni 4,1 juta hektar lahan kawasan hutan dan 0,4 hektar berasal dari tanah Hak Guna Usaha (HGU) terlantar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, pemerintah sudah menetapkan lokasinya termasuk kriteria-kriteria untuk pelaksanaan program reforma agraria.

Dua hari lagi dimantapkan tim koordinasinya di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian,” kata Siti.

 

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/03/140228226/percepat.reforma.agraria.pemerintah.segera.bentuk.tim.khusus
Percepat Reforma Agraria, Pemerintah Segera Bentuk Tim Khusus” oleh Yoga Sukmana

 

Dalam kesempatan lain, Pemerintah menjanjikan akan mempercepat agenda reforma agraria. Rencananya 9 juta hektar lahan akan dilepas untuk petani.

Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria Iwan Nurdin mengingatkan, reforma agraria tidak hanya sebatas bagi-bagi lahan. Tetapi juga pemanfaatan lahan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

(Baca: Reforma Agraria, Pemerintah Percepat Bagi-Bagi Lahan untuk Petani)

Misalnya dimanfaatkan dalam unit-unit baru apakah itu lewat koperasi atau badan usaha milik petani,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (16/3/2017).

Pemanfaatan lahan hasil reforma agraria sangat pentung untuk mendongkrak kesejahteraan petani akibat kesenjangan kepemilikan tanah.

Saat ini, dari total 26,14 juta rumah tangga petani, sebanyak 56,12 persennya adalah petani gurem yang tidak memiliki tanah atau kepemilikan tanah hanya di bawah 0,3 hektar.

Pemerintah tutur Iwan, harus ikut mendorong pembentukan koperasi dan badan usaha pertanian. Dengan begitu para petani akan lebih mudah dalan mengakses pasar termasuk mendapatkan pendanaan.

Meski bentuk badan usaha pertanian bisa macam-macam termasuk dalam bentuk koperasi, basisnya tetap jelas yakni usaha bersama petani.

Kami harap reforma agraria tidak berbasiskan rumah tangga pertanian yang dibagi-bagikan. Tetapi usaha pertanian berbasis rakyat,” kata dia.

Awal Maret lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, pemerintah masih menyiapkan langkah operasional pembagian lahan itu.

Pembagian lahan akan diberikan per kelompok tani, bukan per individu. Hanya saja pemerintah tetap memastikan, ada hak individual di dalam lahan yang dibagikan. Untuk besarannya, Darmin belum bisa menyebutkan angkanya. Namun ia memastikan, luasan pembagian lahan di Jawa dan luar Jawa akan berbeda.

Hal itu mempertimbangkan ketersediaan lahan. Di Jawa, ketersediaan lahan terbatas. Sementara di luar Jawa, lahan masih sangat melimpah.

Sebelumnya, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Ruang Lingkungan (PKTL), Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK), San Afri Awang mengatakan, lahan yang akan dibagikan tersebar di 34 provinsi.

Kalimantan Tengah dan Riau menjadi provinsi penyumbang lahan terbesar. Pemerintah memiliki target pelepasan lahan bisa mencapai 1,53 juta hektar pada 2017 ini. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah dan mencapai 4,4 juta hektar lahan pada 2019 mendatang, dan bisa mencapai 9 juta hektar pada tahun-tahun selanjutnya.

Objek tanah yang akan diredistribusi seluas 9 juta hektar atau dikenal tanah reforma agraria (TORA) berasal dari dalam kawasan hutan seluas 4,1 juta hektar. Sementara sisanya berasal dari Hak Guna Usaha (HGU) habis atau tanah telantar seluas 0,4 juta hektar dan legalisasi aset seluas 4,5 juta hektar.

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/16/173540126/reforma.agraria.jangan.cuma.bagi-bagi.lahan.

Reforma Agraria, jangan cuma bagi-bagi Lahan” oleh Yoga Sukmana

Featured Image by: http//www.netralnews.com