Luwu Timur, Warta FKKM. Program bantuan Amerika Serikat, Millenium Challenge Account Indonesia menggelar rapat koordinasi daerah (RAKORDA) antara Kabupaten Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur di Luwu Timur pada 19 Juli 2017 lalu.

Rapat ini di hadiri oleh 12 Lembaga penyalur dana bantuan yang tersebar di luwu timur, SKPD, dan Bupati Luwu Utara. “Saya sangat berterimakasih dengan program MCA-I ini yang turut serta bersama pemerintah membangun Luwu menjadi lebih baik” Sapa Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara dalam sesi sambutan dalam acara itu.

Ibu Indah juga menekankan dukungannya dan siap untuk bersinergi bersama NGO dan masyarakat. Pelaksanaan program ini dilihat ibu Indah, dapat melibatkan peran masyarakat sampai tingkat desa dan jelas memberikan manfaat bagi masyarakat karena berkontribusi nyata dalam RPJMD. Rencana pelepasan kawasan seluas 43.000 hektar, yang diinisiasi dengan adanya kegiatan pemetaan partisipatif wilayah adat oleh AMAN Tana Luwu juga mendapat respon positif dari beliau. Pengembangan Wisata Daerah dengan rencana penyelenggaraan Festival Kopi dan atraksi Arung Jeram berskala internasional di Sungai Rongkong.

Konsorsium Hijau Lestari (KHL) yang merupakan gabungan dari 7 NGO, dimana LEI bekerja bersama LATIN, YBUL, YKMI (FKKM), KPAM, AMAN TL, dan Wallacea mendapat dukungan dari (Millenium Challenge Account) MCA-Indonesia hingga Desember 2017. MCA-Indonesia berkomitmen untuk mendukung target nasional untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mendorong pengembangan energi terbarukan melalui pengembangan model yang inovatif dan holistik sebagai salah satu muatan dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang lestari (PHBML). “Konsorsium ini bekerja di 5 Desa di Kecamatan Rongkong dan Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara” Ujar Dwiyana selaku manager Pelaksana.

Dua bulan yang lalu, kami juga turut berpartisipasi dalam HUT-LUTRA dengan mempromosikan Kopi Seko. Ibu Bupati Luwu Utara sangat antusias melihat dokumentasi dan hasil-hasil pelatihan kopi kepada masyarakat di Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko” Jelas perempuan yang akrab disapa Yana ini. KHL telah mengadakan pelatihan pengembangan kualitas kopi di desa tersebut. Pelatihan itu merupakan pelatihan pengolahan panen kopi dan penanganan pasca-panen. Mulai dari petik, cara-cara pengolahan kopi, penyimpanan, sangrai hingga uji citarasa kopi itu sendiri.

Penguatan produk kopi seko merupakan salah satu fokus program yang dilakukan KHL sebagai bagian dalam membentuk pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari, dan Pengembangan 5 Komoditas hasil hutan bukan kayu di 5 Desa di Kecematan Rongkong dan Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Di dalam RAKORDA ini Konsorsium Hijau lestari tak lupa menyajikan Kopi Seko yang telah dikelola dengan baik oleh petani sebagai hasil dari program pengembangan pengolahan kopi ini terdapat di Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Banyak lesson learn (pembelajaran bersama) yang dapat kita bagikan dalam pengerjaan program ini, salah satunya adalah penggunaan teknologi tepat guna dalam pengolahan kopi berkualitas berbasis masyarakat di seko” terang Rahmat, Regional Manager EMM. [AW, NN]

logo-mca-mcc