20 tahun fkkm

Pada tahun 1978 Indonesia menjadi tuan rumah dari Kongres Kehutanan Dunia yang memiliki tema “Hutan untuk Rakyat”. Setelah Kongres tersebut pengembangan konsep perhutanan sosial di Indonesia, yang merupakan cikal bakal dari konsep kehutanan masyarakat, dimulai. Sudah saatnya sistem pengelolaan sumberdaya hutan oleh rakyat dipandang sebagai suatu pendekatan alternatif dalam pengelolaan sumber daya hutan Indonesia.

Berkaitan dengan semangat tersebut, wakil-wakil masyarakat sipil yang bekerja di perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, perusahaan swasta dan BUMN, LSM, masyarakat adat dan masyarakat lokal yang berdedikasi dan memiliki perhatian besar pada kehutanan masyarakat, telah memulai proses diskusi, kajian, dialog kebijakan, penelitian dan program aksi lapangan yang mendukung pengembangan kehutanan masyarakat.

FKKM didirikan pada tanggal 23-24 September 1997, sebagai inisiatif bersama yang dimaklumatkan dan dideklarasikan dalam pertemuan para pihak terkait (multistakeholders) yang diselenggarakan di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Forum Komunikasi ini didirikan sebagai wadah pertukaran informasi untuk isu kehutanan masyarakat dan kebijakan kehutanan di Indonesia.  Diharapkan bahwa wadah ini dapat membantu merumuskan gagasan, program, gerakan menuju pengembangan kehutanan masyarakat di Indonesia. FKKM memiliki misi sebagai pendorong (motivator) gerakan menuju cara pandang kehutanan masyarakat di Indonesia.

Saat ini FKKM memasuki usia 20 tahun dalam mengawal Kehutanan Masyarakat. Sejak awal pendiriannya FKKM tetap berkomitmen mempromosikan praktek-praktek pengelolaan hutan oleh dan bersama masyarakat dimana saat ini dikenal dengan Perhutanan Sosial: Hutan Kemasyarakatan [HKm], Hutan Desa, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan, serta Hutan Rakyat. FKKM juga mengawal perubahan kebijakan dari Undang-undang Kehutanan hingga Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.  Dalam beberapa tahun terakhir, FKKM juga menaruh perhatian khusus pada pengembangan Kehutanan Masyarakat di Kawasan Konservasi.

Dalam rangka memperingati 20 tahun FKKM maka Sekretariat Nasional FKKM menyelenggarakan: 

20th FKKM Bersama KEHUTANAN MASYARAKAT
“ SHARE, EXPLORE, REVIEW, & DIALOG”
Kiarasari, Bogor, 23 – 25 September 2017 

  • Mengundang rekan-rekan Akademisi, Praktisi, Aktivis Konservasi untuk Camping sambil sharing, explore, review & dialog tentang Kebijakan Konservasi dan Kehutanan Masyarakat di Desa Wisata Kiarasari, Buffer Zone Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kab. Bogor tanggal 23-25 September 2017.Terbatas : 30 peserta terpilih
    🌏 location: bit.ly/desakiarasari

 

  • AGENDA:1. Kemah Konservasi
    2. Explore & Field Trip Kampung Wisata Cibuluh
    3. Diskusi Pemberdayaan Masyarakat & Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Konservasi
    4. Diskusi rekomendasi kebijakan Konservasi
    5. Dialog Kebijakan Konservasi & Kehutanan Masyarakat bersama Komisi IV DPR RI, Dirjen KSDAE KLHK, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten Bogor 🎁

 

  • Gratis & Dapat Fasilitas:
    – Free Tenda, Sleeping bed, selimut
    – Free snack & konsumsi full day
    – T-Shirt
    – Sertifikat 📆 Bagaimana mendaftar?, click gform berikut:

http://bit.ly/20thFKKM

atau hubungi lebih lanjut : ☎ Titik 087711322330 (WA Only)
Organized by:

FKKM
Pemerintah Desa Kiarasari (http://www.kiarasari.desa.id/)
Supported by:
Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF)
Burung Indonesia ⛺🏔⛺🏔⛺🏔⛺🏔⛺🏔⛺
👥FP : FKKM
📷Instagram : @fkkm.id
🐤Twitter : @fkkm_id
🌐Web : fkkm.org

20 tahun fkkm 2

#fkkm #20tahunfkkm #cfes#burungindonesia #kiarasari