Pada tanggal 23-25 September 2017, Seknas FKKM bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kiarasari dengan dukungan dari Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) mengadakan 20th FKKM Bersama KEHUTANAN MASYARAKAT “ SHARE, EXPLORE, REVIEW, & DIALOG”.

Desa Kiarasari dipilih menjadi tempat penyelenggaran karena merupakan sebuah perjalanan dalam mengelola sumber daya alamnya secara lestari dan posisinya yang berada di zona penyangga kawasan konservasi, yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Berikut sekelumit cerita tentang Desa Kiarasari dan bagaimana membangun budaya bersih.

Seiring dengan dicanangkannya Kiarasari sebagai salah satu desa wisata, maka pembangunan diarahkan untuk memperkuat tujuan wisata. Salah satu pembangunan yang paling mendasar adalah pembangunan mental masyarakat. Hal ini diungkapan Kepala Desa Kiarasari Nurodin alias Jaro Peloy (JP).

Desa Wisata adalah strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, disadari peningkatan dari sektor wisata membutuhkan proses jangka panjang, target yang paling sederhana adalah perubahan perilaku masyarakat dalam hal kebersihan lingkungan, menguatkan kembali nilai-nilai lokal.”. JP menambahkan masyarakat sunda memiliki keunggulan yang luar biasa diantaranya pilosofi “SOMEAH HADE KA SEMAH ” artinya orang sunda itu ramah tamah.

Salah satu pilot project Desa Wisata Kiarasari difokuskan di Kampung Cibuluh. Kedepan secara perlahan kampung-kampung dikembangkan sesuai dengan keunggulan yang dimiliki.  Menurut Asep Suryana alias Ceceng, Forum Desa Wisata Kiarasari masih dalam proses penguatan dan melakukan inventarisasi baik obyek daya tarik wisata maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia,  namun demikian untuk mendorong percepatan desa wisata saat ini  forum telah melakukan kerjasama dengan masyarakat dan pihak lain termasuk media masa baik cetak maupun elektronik untuk expose potensi wisata.

Prioritas utama untuk mendorong wisata Pemerintah Desa Kiarasari membuat terobosan desa bebas sampah. Sampah bukan hanya jadi masalah namun sampah harus diolah untuk menjadi rupiah demikian ujar Ketua RW 02 Pasirbandera Sarta. Berkaitan dengan program bebas sampah Kepala Bidang Pengelolaan Sampah  Dinas Lingkungan Hidup  Atis Tardiana melakukan kunjungan ke Kampung Cibuluh pada tanggal 1 Mei 2017 lalu. Dalam kunjunganya Atis mendengar langsung harapan dan keinginan masyarakat serta pemerintah desa. Atis mengapresiasi gagasan ini dan berjanji akan memberikan dukungan dalam hal penangan sampah.

Gagasan untuk mengembangkan wisata tentu harus mendapat dukungan dari semua pihak. Tahun 2017 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Bogor memberikan dukungan untuk pengembangan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Tujuan dari program ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, akses pemenuhan kebutuhan dasar dan  membangun kesadaran masyarakat dalam bidang sanitasi lingkungan.

Penataan sarana prasarana dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan desa. Namun semangat untuk mengembakan wisata harus jadi komitmen yang kuat dari masyarakat sebagai pelaku utama  dan penerima manfaat dari kegiatan ini  demikian ujar Agus Iwan salah satu anggota BPD.

Sumber: 

Budaya Bersih Bagian dari penguatan Desa Wisata

beberapa artikel terkait:

20 tahun fkkm 2