Pada Buletin edisi ketiga ini, redaksi masih akan mengangkat kelanjutan hasil liputan sarasehan PESONA 2017 yang bertema “Pemenuhan Hak Penguasaan Hutan, Tanah & Tata Pemerintahan Untuk Pembangunan Berkeadilan, Sudah Sampai Mana?”.

 

Topik utama yang akan redaksi sajikan masih terkait dengan pemaparan dari Noer Fauzi yang memberikan pengatar pengantar kebijakan umum agraria sektor kehutanan semenjak jaman kolonial sampai dengan kondisi saat ini. Pada edisi ini paparan Noer Fauzi akan dikupas sebagian dari keseluruhan tonggak-tonggak Kebijakan Agraria Nasional Sektor Kehutanan.

Dan pada edisi ini akan dipaparkan fase selanjutnya dari tonggak kebijakan agraria sektor kehutanan yakni setelah masa kemerdekaan sampai kondisi terakhir yang tentunya masih dalam perdebatan.

Bagian lain dari edisi ini juga akan memuat pemutakhiran informasi seputar masalah tenurial yang merupakan highlight dari paparan pembicara ketiga dalam Sarasehan PESONA 2017 lalu yaitu Eko Cahyono dari Sajogyo Institute. Eko dalam pemaparannya menjelakan beragam modus perampasan tanah dan krisis sosial-ekologis yang terjadi saat ini. Menurutnya, SAINS telah melakukan updating di empat wilayah dengan melacak ulang bagaimana relevansi isu tenurial ini dalam konteks sekarang, kemudian melihat dinamika kebijakan negara dalam kebijakan tenurial, dan terakhir melakukan peninjauan dan mendengarkan langsung dari masyarakat untuk memahami modus-modus perampasan tanah.

Bagian kecil dalam edisi ini juga memuat pemaparan dari Kasmita Widodo dari BRWA yang menjelaskan pentingnya data spasial yang menjadi navigasi dalam melihat sudah sampai mana capaian dari reforma agraria dan perhutanan sosial.

Di bagian akhir edisi kali ini, kami masih tetap menyajikan kolom karya pusaka agraria, yang kali ini hendak menyajikan sebuah buku yang merupakan hasil konferensi yang menjadi tonggak dimulainya perdebatan dalam kebijakan nasional terkait hak tenurial yang berjudul “Tanah Masih Di Langit”

Unduh disini: Bulletin Tenurial Edisi 3