Buletin edisi ke empat ini mencoba menghadirkan sebuah gagasan baru yang hadir dari hasil serial kuliah pusaka agraria pertama yang telah menghadirkan Nancy Lee Peluso. Menurutnya Migrasi dan perubahan agraria dan kehutanan jarang dilihat sebagai satu bidang penelitian yang terkait. Dengan menggunakan kasus yang terjadi di desa Magersaren, dan ia mencoba memaparkan sebuah terminologi hutan remitansi yang mengacu pada sesuatu lanskap agraria yang penuh dengan relasi kuasa yang didalamnya terdapat banyak modal agraria dan tenaga kerja wanita
yang berada di lanskap tersebut dan memungkinkan adanya transformasi di dalam kawasan hutan.

Selanjutnya pada edisi ke empat ini juga masih tetap memuat kolom utama dari Noer Fauzi sekaligus juga merupakan penutup dari artikel “Kilas Balik Kebijakan Agraria Nasional Sektor Kehutanan”. Artikel yang terakhir ini memuat babak kebijakan agraria sektor kehutanan pada era orde baru sampai dengan saat ini yang masih dalam perdebatan-perdebatan, termasuk pula beragam kerusakan yang terjadi selama orde baru sebagai akibat salah urus dalam kebijakan di sektor kehutanan.

Di bagian akhir edisi kali ini juga, redaksi tetap menyajikan kolom karya pusaka agraria yang kali ini menyajikan sebuah buku dari salah seorang mantan guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada yakni Profesor Hasanu Simon (alm). Buku yang hendak dihadirkan ini berjudul
Pengelolaan Hutan Bersama Rakyat (Cooperative Forest Management) : Teori dan Aplikasi pada Hutan Jati di Jawa“. Dan ini adalah sebuah buku yang telah menjadi contoh baik (best practice) bagi bentuk strategi kehutanan sosial yang pertama kali dicetuskan di Jakarta tahun 1978 dalam forum Kongres Kehutanan Dunia VIII.

Unduh disini: Buletin Tenurial #4