Baru-baru ini Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) merancang satu peraturan tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Kemitraan Konservasi Pada KSA dan KPA. Rancangan Perdirjen KSDAE ini merupakan respon dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P. 83 Tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial yang memandatkan Dirjen KSDAE untuk membuat peraturan khusus tentang Kemitraan Konservasi

Adanya Juknis ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemitraan antara UPT dengan masyarakat. Program Kemitraan Wallacea yang dilaksanakan oleh Burung Indonesia bersama mitra-mitranya banyak bekerja di KSA/KPA dan wilayah penyangganya. Kemitraan Konservasi dipandang dapat mewadahi berbagai inisiatif konservasi berbasis masyarakat yang dikembangkan di banyak wilayah di Wallacea, seperti SM Karakelang Utara dan Selatan, CA Feruhumpenai-Matano, TN Bantimurung, TN Manusela, TN Kelimutu, TWA Ruteng, dll. Untuk itu, koordinasi antara unit pengelola KSA/KPA dengan Program Kemitraan Wallacea diharapkan dapat menjadi pemicu dari kolaborasi ini.

Burung Indonesia dan FKKM bekerja sama dengan Direktorat Jenderal KSDAE menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kemitraan Konservasi bagi mitra-mitra dalam Program Kemitraan Wallacea dengan unit-unit pengelola KSA/KPA se Wallacea dengan tujuan:

  1. Menerima pemaparan konsep Kemitraan Konservasi yang didorong lewat Perdirjen KSDAE
  2. Mendapatkan pembelajaran tentang peluang dan tantangan dalam pengelolaan KSA/KPA lewat pertukaran pengalaman dan studi kasus oleh para peserta
  3. Mengembangkan agenda kerja sama antara Burung Indonesia dan mitra-mitra kerjanya dengan UPT KSA/KPA di Wallacea

Rapat koordinasi diselengggarakan di Sylvia Hotel/Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada tanggal 10-11 Januari 2018.