Banggai – Burung Indonesia dan Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat bersama dengan para pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah menyelenggarakan Lokakarya Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut dan Kawasan Konservasi Perairan untuk memperkuat kapasitas Burung Indonesia dan mitra-mitra program kemitraan Wallacea serta mengembangkan sinergi antara inisiatif­ inisiatif pada tingkat tapak dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati laut dan habitatnya. lokakarya dilaksanakan pada tanggal 2-3 Mei 2018 di Banggai – Sulawesi Tengah.

Lokakarya dihadiri oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kelautan dim Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan, Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA),Yayasan Rumah Ganeca, Wildlife Conservation Society – Marine Program, Perkumpulan Manengkel Solidaritas, Jaringan Pengelolaan Sumber DayaAlam (JAPESDA).Relawan untuk Orang dan Alam (ROA),Institut Studi Informasi dan Komunikasi Publik (SIKAPInstitute), Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS),Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (BARAKAT),Yayasan BAILED Maluku, Lembaga Partisipasi Pernbangunan Masyarakat (LPPM), Yayasan Studi Etnologi Masyarakat Nelayan Kecil (SEMANK)dan YayasanPenabulu.
Lokakarya dilakukan dengan tujuan:

  1. Melaporkan capaian dan pembelajaran dari pelaksanaan prograrnsebagai sarana pembelajaran
    bagi para pihak
  2. Meningkatkan kapasitas mitra-mitra Program’ Kemitraan Wallacea dalam upaya konservasi jenis
    dan pengelolaan kawasan konservasi perairan
  3. Mengembangkan sinergi antara inisiatif-inisiatif pada tingkat tapak dengan program dan kebijakan nasional dalam pelestarian keragaman hayati laut

Poin-poin penting yang menjadi perhatian bersama parapihak dalam mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati laut dan kawasan konservasi pesissir adalah:

  1. Aksesibilitas Data & Informasi
    Data dan Informasi mengenai konservasi keanekaragaman hayati laut dan kawasan konservasi perairan baik agar dapat di akses oleh para pihak yang terkait dengan upaya konservasi keanekaragaman hayati laut. Informasi-informasi tersebut mencakup status perlindungan, status populasi dan ancaman baik terhadap jenis ikan prioritas dan habitat penting.
  2. Pemberdayaan  & Penyadartahuan  Masyarakat
    Meningkatkan upaya-upaya  di tingkat tapak untuk mendorong masyarakat terlibat dalam perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati laut melalui peningkatan kesadartahuan terkait nilai penting keanekaragaman hayati, serta perlu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
  3. Peningkatan  Kapasitas Masyarakat.
    Upaya-upaya untuk mendorong peningkatan kapasitas dan peran aktif masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan konservasi  keanekaragaman hayati laut melalui kegiatan pemantauan jenis-jenis prioritas nasional secara  berkala dan partisipatif.
  4. lntegrasi  lnisiatif Konservasi
    lntegrasi  kawasan konservasi  pesisir berbasis masyarakat (Daerah  Perlindungan  Laut)  ke dalam rencana pengelolaan  wilayah  laut sebagai strategl  keberlanjutan  pengelolaan  pesisir secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah.  Hal ini dilakukan  lewat:
  • Memasukkan  kawasan konservasi berbasis masyarakat ke dalam  rancangan  PERDA tentang RZWP3K
  • Mengusulkan  kepada pemerintah  provinsi agar kawasan  konservasi berbasis masyarakat dapat diakomodir pada  proses review  RZWP3K.
  • Mengintegrasikan  kawasan konservasi  berbasis masyarakat ke dalam  RPJMDes dan rencana pembangunan
  1. Kolaborasi dan Jejaring
    Kerjasama  multipihak untuk saling berjejaring dan bersinergi  untuk mendukung  ketersediaan data dan informasi,  pengelolaan  konservasi jenis dan kawasan  serta  penyadartahuan dan pemberdayaan  masyarakat yang tepat sasaran.
  2. Penyusunan  Rencana Aksi Lokal.
    Inisiatif konservasi di tingkat tapak yang dilakukan oleh para  pihak perlu disinergikan dengan Rencana Aksi Nasional sehingga dapat berkontribusi terhadap program  dan target prioritas pemerintah.