Tak terasa, sudah 21 th FKKM mengarungi biduk issu Kehutanan Masyarakat atau Perhutanan Sosial secara Multi Pihak. Sebuah Forum yang langka dan hampir habis ditelan masa.
Mungkin, 21 tahun adalah usia yg sangat panjang dg segala dinamika, pasang surut dan haru birunya. Tapi FKKM masih tetap bisa eksis, meskipun banyak morfosis yg jauh lebih bagus, maju dan berhasil. FKKM masih setia dengan model Forum Multi pihak yg kadang, sering dirasa hanya berjalan di tempat dan berputar putar di situ saja, tanpa pernah melangkah maju. Mungkin di sini pula kekhasan dan keistimewaan FKKM untuk tetap setia merajut asa, diantara harapan, semangat dan duka. Seraya keinginan untuk tetap menggapai ke atas, tapi tetap harus dan selalu menyertakan dan mengajak yg lain untuk bersama sama dan secara bersama sama melangkah maju bersama.
Kebersamaan dalam keberagaman dan perbedaan kepentingan yg bahkan saling silang adalah arena dan forum yg berat dan susah. FKKM pernah leading terdepan dalam issu Kehutanan Masyarakat. Dan bahkan, semua pihak, semua unsur ikut tertarik dan bergabung ke dalamnya, bila tidak mau ketinggalan dan terasing sendirian. Akan tetapi, pada satu sisi, FKKM menjadi terfragmentasi bersifat oposisi. Masing masing pihak menjadi saling mencurigai dan menarik diri.
Kemudian, Kelembagaan FKKM dibenahi dan harus merupakan representasi para pihak secara jelas dan definitif. Dan disinilah titik balik FKKM menjadi surut kebelakan dan involusi kedalam, menjadi Forum / Organisasi yg lebih mengurusi kelembagaan dari pada isu dan persoalan Kehutanan Masyarakat itu sendiri.

Tapi, setelah program Kehutanan masyarat diambil alih dan dilaksanakan sebagai kebijakan strategis pemerintah saat ini, FKKM seakan akan tenggelam dan tidak memiliki peran sama sekali, meskipun banyak person FKKM menjadi anggota dalam Tim Penggerak Percepatan Perhutanan Sosial (TP2PS). Tapi, bagaimanapun, FKKM harus tetap bisa berdiri tegak dan berjalan terdepan dalam issu Kehutanan Masyarakat dan Perhutanan Sosial di Indonesia. FKKM adalah tempat berkumpulnya para inovator dan aktivis Kehutanan Masyarakat. FKKM harus mampu melahirkan ide ide, gagasan baru, langkah langkah terobosan dan pergerakan dalam upaya Percepatan Perhutanan Masyarakat.

Lebih jauh lagi, FKKM harus bisa menyiapkan generasi millenia dalam melanjutkan upaya pelestarian hutan oleh masyarakat secara bersama sama dan berkelanjutan. Dengan hutan yg bagus dan masyarakat yg sejahterah, niscaya, kita bisa menggunakan Hutan Indonesia sbg kekuatan untuk “bargaining” pada percaturan politik internasional (sebagaimana di cita citakan bp Emil Salim), terutama dalam issu emisi dan carbon trade.

*Abdul Halim (Koordinator DPN FKKM)