Pengelolaan hutan lestari dan mensejahterakan rakyat menjadi tujuan dari pemerintah saat ini dalam upaya pengelolaan kawasan hutan di Indonesia. Hingga saat ini luasan kawasan hutan sekitar 120 juta hektar1. Dengan tingkat deforestasi, berdasarkan hasil analisa data penutupan lahan tahun 2017 (periode Juli 2016-Juni 2017), deforestasi (netto) nasional adalah 479.000 hektar, dengan rincian di dalam kawasan hutan seluas 308.000 hektar, dan di Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 171.000 hektar.

Dari luasan kawasan hutan yang ada saat ini, sebagian berstatus hutan konservasi dengan luas 27.429.555,993 Yang terbagi kedalam 556 unit kawasan konservasi (KSA dan KPA), dimana seluas 5,32 juta hektar merupakan kawasan konservasi perairan atau sekitar 21%. Kawasan konservasi ini berada pada kawasan hutan yang mewakili seluruh tipe ekosistem yang ada di wilayah Nusantara, mulai dari ekosistem hutan hujan pegunungan tinggi, hutan hujan pegunungan rendah, hutan hujan dataran rendah, hutan kerangas, hutan rawa, hutan gambut, karst, savana, hutan bakau, hutan pantai, gumuk pasir, padang lamun, ekosistem terumbu karang, ekosistem danau air tawar. Dan sebanyak 6.381 desa berada di sekitar kawasan konservasi (Ditjen KSDAE, 2018).

Dalam pengelolaannya kawasan hutan konservasi dibagi ke dalam 2 kategori yakni: Kawasan Suaka Alam, dan Kawasan Pelestarian Alam. Sementara perlindungan jenis satwa dan tumbuhan liar dibagi ke dalam kategori jenis yang dilindungi dan jenis yang tidak dilindungi.

Lebih Lengkap mengenai Kertas Posisi ini dapat diunduh DISINI