Author: elnino

Buletin Tenurial Edisi 4: “Perempuan dan Politik Agraria Baru”

Buletin edisi ke empat ini mencoba menghadirkan sebuah gagasan baru yang hadir dari hasil serial kuliah pusaka agraria pertama yang telah menghadirkan Nancy Lee Peluso. Menurutnya Migrasi dan perubahan agraria dan kehutanan jarang dilihat sebagai satu bidang penelitian yang terkait. Dengan menggunakan kasus yang terjadi di desa Magersaren, dan ia mencoba memaparkan sebuah terminologi hutan remitansi yang mengacu pada sesuatu lanskap agraria yang penuh dengan relasi kuasa yang didalamnya terdapat banyak modal agraria dan tenaga kerja wanita yang berada di lanskap tersebut dan memungkinkan adanya transformasi di dalam kawasan hutan. Selanjutnya pada edisi ke empat ini juga masih tetap memuat kolom utama dari Noer Fauzi sekaligus juga...

Read More

Buletin Tenurial Edisi 3: “Kabar dari Lapang: Land Grabbing”

Pada Buletin edisi ketiga ini, redaksi masih akan mengangkat kelanjutan hasil liputan sarasehan PESONA 2017 yang bertema “Pemenuhan Hak Penguasaan Hutan, Tanah & Tata Pemerintahan Untuk Pembangunan Berkeadilan, Sudah Sampai Mana?”.   Topik utama yang akan redaksi sajikan masih terkait dengan pemaparan dari Noer Fauzi yang memberikan pengatar pengantar kebijakan umum agraria sektor kehutanan semenjak jaman kolonial sampai dengan kondisi saat ini. Pada edisi ini paparan Noer Fauzi akan dikupas sebagian dari keseluruhan tonggak-tonggak Kebijakan Agraria Nasional Sektor Kehutanan. Dan pada edisi ini akan dipaparkan fase selanjutnya dari tonggak kebijakan agraria sektor kehutanan yakni setelah masa kemerdekaan sampai kondisi terakhir yang tentunya masih dalam perdebatan. Bagian lain dari...

Read More

Catatan Kuliah Seri#2 POLITIK TANAH, GERAKAN AGRARIA & AKTIVIS TERDIDIK.

Catatan Kuliah Seri#2 Konferensi Tenurial 2017: POLITIK TANAH, GERAKAN AGRARIA & AKTIVIS TERDIDIK. Ditengah situasi kontemporer agraria ini, Jun Boras melihat masih ada jalan alternatif yang dapat ditempuh yaitu dengan mereformasi sistem secara mendalam dan multi dimensional (politik, ekonomi, budaya dan ekologi) yang berlandaskan pada perspektif keadilan sosial. Jalan yang ditempuh dalam perspektif keadilan sosial ini melibatkan dua hal yaitu tawaran tata kelola lahan serta kebijakan dengan orientasi reforma agraria yang mendukung pemulihan kondisi pedesaan dan positionalitas aktivis terdidik dalam agenda riset berorientasi keadilan sosial.   Silahkan diunduh: Materi...

Read More

SIARAN PERS: PANEN RAYA NUSANTARA (PARARA) 2017

MENUJU EKONOMI KOMUNITAS LOKAL YANG ADIL DAN LESTARI   Jakarta – Sebanyak 85 lebih komunitas lokal dari seluruh nusantara akan hadir di Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) , yang akan digelar pada 13 – 15 Oktober 2017, di Taman Menteng Jakarta Selatan. Berbagai produk kreatif, hasil kerajinan, produk hasil non layu serta pangan? lokal akan menjadi tajuk utama festival ini. Festival PARARA merupakan agenda dua tahunan yang digagas oleh Konsorsium PARARA . Festival ini pertama kali diselenggarakan pada 2015 untuk mempromosikan dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat. Produk-produk tersebut merupakan hasil upaya komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia, dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitas tersebut. Lembaga‘Jaga Tradisi, Rawat Bumi’ adalah tema yang diangkat tahun ini dengan tujuan menunjukkan bahwa kearifan leluhur bangsa Indonesia sudah terbukti berhasil dalam memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan mempertahankan alam sebagai bagian dari kehidupan komunitas dan bumi. Leluhur bangsa Indonesia dan komunitas adat sampai sekarang mengambil sumberdaya alam dengan memperhatikan kseimbangan dengan alam dan daya dukungnya agara SDA tersebut tetap ada dan bisa dinikmati oleh generasi di masa depan. Komunitas juga secara kolektif melakukan pengawasan akan kelestarian alam. Melalui PARARA, kita diajak untuk kembali mempraktikan menjaga tradisi serta merawat bumi untuk kelestarian sumberdaya alam dan kesejahteraan. Ketua Konsorsium PARARA Jusupta Tarigan mengatakan, PARARA bertujuan mendukung ekonomi komunitas lokal secara...

Read More

PARARA Akan Gelar Festival Panen Raya di Taman Menteng Jakpus

Warta FKKM,  Jakarta.  “Festival PARARA adalah gabungan 27 lembaga LSM , visinya adalah memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia ini dan bertujuan mendukung ekonomi komunitas lokal secara adil dan lestari dimana pengelolaan produk komunitas lokal nantinya dapat memperrahankan ke arifan lokal dan lingkungan” kata Jusupta Tarigan selaku Ketua Konsorsium PARARA ( 6/10/2017). Indonesia sebagai negara agraris dan maritim , namun untuk kebutuhan pangan masih bergantung pada import. Dari sisi hargapun susah di kendalikan . Untuk tujuan itu PARARA mengajak semua pihak untuk dapat memberikan ruang bagi petani , nelayan, komunitas produsen sekala kecil dan mendukung dengan kebijakan dan praktek ekonomi yang lebih adil, ramah lingkungan dan merawat mempertahankan juga ketahanan di tingkat lokal terhadap perubahan iklim. Sumber: http://rajawalicitranews.com/parara-akan-menggelar-festival-panen-raya-di-taman-menteng-jakpus/ Penulis ;...

Read More