Author: elnino

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Sambut Baik berdirinya Koperasi Wanakita Indonesia.

Bogor, 17 April 2017. Warta FKKM. Program Mendorong PHBM yang dilaksanakan oleh Konsorsium WANAKITA hanya berdurasi dari September 2016 sampai Desember 2017 dengan dukungan dari MCA-Indonesia.  Selama periode tersebut, telah terbentuk media untuk bekerjasama, saling bertukar pengetahuan, keterampilan serta pengalaman untuk membantu masyarakat di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Solok Selatan dan Pesisir Selatan di Provinsi Sumatera barat, dan Kabupaten Kerinci di Provinsi  Jambi.  Fokus Program PHBM adalah memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh legalitas dalam mengelola hutan melalui skema perhutanan sosial.  Kemudian, sambil memfasilitasi legalitas, maka sudah dirintis upaya untuk mengisi aspek ekonomi untuk masyarakat pengelola hutan.  Salah satu kegiatannya adalah...

Read More

4,1 Juta Hektar kawasan Hutan untuk Reforma Agraria: Bagi-Bagi Lahan?

Pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi terkait program reforma agraria di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (3/4/2017). Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menuturkan salah satu hasil rapat yakni menyepakati pembentukan badan percepatan pelaksanaan reforma agraria. “Iya itu dua hari lagi kami rapat lagi,” ujar Sofyan di Kantor Koordinator Perekonomian. Selain pembentukan badan percepatan reforma agraria, pemerintah juga mematangkan dasar hukumnya. Nantinya dasar hukum itu akan berbentuk peraturan presiden (Perpres). Terkait lahannya, pemerintah memastikan akan melepas 4,5 juta hektar lahan. Rinciannya yakni 4,1 juta hektar lahan kawasan hutan dan 0,4 hektar berasal dari tanah Hak Guna Usaha...

Read More

SK. Gub KalSel No. 188.44/0651/Kum/2016 : Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2016 – 2019

Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44/0651/Kum/2016 tentang “Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2016 – 2019” dapat di downlod disini:Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan...

Read More

Tangsi Ampek di Kaki Kerinci: Pesona Wisata Solok Selatan

Hutan Nagari merupakan daerah berhutan yang dikelola masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Hutan ini telah menyediakan berbagai keperluan yang secara langsung dapat dinikmati masyarakat. “Kalau hutan tidak terjaga, hama babi akan merusak tanaman warga. Untungnya babi punya kehidupan sendiri di dalam hutan sehingga tak banyak menganggu. Termasuk juga hama lain. Jadi kalau hutan tetap terjaga, pertanian kami tentu tak banyak mengalami gangguang,” papar Yetti. Di hadapan Nagari Lubuak Gadang Selatan, Gunung Kerinci menjulang sebagai pasak alam yang kokoh. Bagian kaki gunung merupakan perkebunan teh yang terhampar luas. Pucuk-pucuk teh telah menjadi harapan tersendiri bagi para pekerja harian. Sekelompok ibu-ibu pekerja perkebunan tengah memetik teh, keranjang besar tersandang dipunggung mereka. Hasil petik itu akan ditimbang menjelang siang hari. Wisatawan yang datang tentunya dapat menikmati pemandangan elok ini setiap pagi. Bahkan kalau beruntung, bisa ikut membantu bekerja memetik teh bersama kaum ibu. Kebun teh, menjadi hamparan alam yang mengesankan. Petak-petak pengelolaan kebun yang tertata rapi, ditambah dengan kesejukan alam dan bentang pegunungan yang menawan membuat pengunjung serasa dimanjakan. Di sela hamparan teh, berkilometer di tenggara Aia Manyuruak, dua buah sepeda motor melaju meninggalkan debu. 3 orang siswa SMAN 2 Bidar Alam, Rizki Afrianto, Hendri Kurniawan dan Hafiz Al Fikri memacu sepeda motornya melewati jalan tanah berbatu di sela perkebunan teh dibawah pengelolaan PT. Mitra Kerinci. Setelah hampir satu setengah jam bergelut dengan jalan yang agak menanjak, mereka memarkir kendaraan. Ketiganya lantas...

Read More