Di Kabupaten Madiun, implementasi Perhutanan Sosial berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap kepastian akses lahan, peningkatan pendapatan, serta pengelolaan sumber daya hutan yang lebih berkelanjutan. Melalui dukungan program Forest Programme V (FPV), upaya penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui peningkatan kapasitas, pengembangan agroforestri, perlindungan hutan, serta penguatan kelembagaan dan usaha kelompok perhutanan sosial.

ebagai bagian dari proses tersebut, dilakukan studi baseline sosial ekonomi untuk memahami kondisi awal masyarakat penerima manfaat Perhutanan Sosial di Kabupaten Madiun. Kajian ini bertujuan membangun data dasar terkait pendapatan rumah tangga, sistem mata pencaharian, serta potensi pengembangan usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Data baseline ini juga menjadi bagian penting dalam sistem monitoring dan evaluasi program, sehingga dampak intervensi yang dilakukan dapat diukur secara lebih terarah dan terukur.

Hasil kajian menunjukkan bahwa Perhutanan Sosial di Kabupaten Madiun memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama melalui pengembangan agroforestri, komoditas hasil hutan bukan kayu, serta penguatan usaha kelompok. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan akses pasar, kebutuhan peningkatan kapasitas kelembagaan, keterbatasan infrastruktur, serta kebutuhan pendampingan teknis dalam pengelolaan lahan kering dan pengembangan usaha. Penguatan kemitraan dengan berbagai pihak juga menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas akses pasar bagi produk masyarakat.

Melalui laporan ini, diharapkan tersedia gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat Perhutanan Sosial di Kabupaten Madiun sekaligus menjadi dasar perencanaan program yang lebih tepat sasaran. Hasil kajian ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, memperkuat kelembagaan kelompok, serta mempercepat pengembangan ekonomi berbasis hutan yang berkelanjutan dan inklusif di tingkat tapak.

Selengkapnya dapat diunduh melalui link di bawah ini