BOGOR — Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Pasukan Kelompok Butuh Cuan (KUPS Pakebucu) Desa Malasari Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor terus memperkuat kapasitas produksi melalui pelatihan tata ruang dan alur kerja dapur produksi pada 23–24 September 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program lanjutan Idea to Market (I2M) yang diinisiasi The Asia Foundation (TAF) dan Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia (PSPI) ini diarahkan untuk meningkatkan standar kebersihan, efisiensi produksi, dan kesiapan produk Pakebucu memasuki pasar yang lebih luas.
Pelatihan tersebut dilakukan setelah Tim Seniman Pangan melakukan asesmen terhadap lokasi produksi KUPS Pakebucu yang mengembangkan tiga produk unggulan, yakni Selai Nanas Pala, Sirup Pala, dan Keripik Pisang. Selain pelatihan, pada 23 September 2026 juga dilakukan penyerahan bantuan alat ekonomi produktif untuk mendukung kebutuhan pengolahan, penyimpanan, higienitas, dan pengemasan produk.
Ketua KUPS Pakebucu, Karnelis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penguatan kapasitas kelompok, khususnya The Asia Foundation (TAF), Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia (PSPI), dan Forum Komunikasi Kehutanan MAsyarakat (FKKM).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada The Asia Foundation, PSPI, FKKM, dan semua pihak yang telah mendampingi KUPS Pakebucu. Pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru bagi kami, terutama bagaimana menata ruang produksi, mengatur alur kerja, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta menggunakan peralatan produksi dengan lebih baik.”

Karnelis menambahkan, setiap produk yang memiliki cita rasa lezat menjadi modal penting dalam mengembangkan produk pangan. Namun, untuk menembus pasar yang lebih luas, kualitas produk juga ditentukan oleh bagaimana proses produksinya dilakukan.
Pandangan tersebut ia peroleh dari kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Anggota KUPS Pakebucu diajak melihat kembali kondisi dapur produksi sekaligus mempraktikkan penataan ruang berdasarkan kebutuhan dan tahapan kerja.
“Inilah yang menyadarkan kami berserta anggota KUPS Pakebucu lainnya sehingga saat ini kami mulai membenahi dapur produksi, penataan ruang dan alur kerja. Sehingga agar setiap tahapan produksi dapat dilakukan secara lebih tertib, bersih, aman, dan efisien” ujar Karnelis bersemangat
Sebelumnya Tim Seniman Pangan telah melakukan asesmen terhadap lokasi produksi. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa penataan ulang dapur menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung proses pengolahan pangan yang memenuhi standar keamanan dan kebersihan.
Pelatihan yang dibimbing oleh tenaga ahli Corazon dan Sarah dari PSPI, Novi dari TAF, serta difasilitasi Riska dari FKKM tersebut berfokus pada tiga aspek utama.
Pertama, restrukturisasi tata ruang dan alur kerja, sehingga pergerakan bahan, peralatan, dan anggota kelompok selama proses produksi dapat berlangsung lebih efektif.
Kedua, standarisasi kebersihan dan sanitasi untuk memastikan lingkungan produksi mendukung pengolahan pangan yang higienis.
Ketiga, simulasi praktik produksi langsung, sehingga anggota kelompok tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dapat menerapkannya dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Pendekatan praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Anggota KUPS Pakebucu diajak membedah kembali kebiasaan kerja di dapur, mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, kemudian mencoba menerapkan tata ruang dan alur kerja yang lebih sesuai dengan proses produksi.
Riska Agustina dari FKKM menyatakan pembenahan kapasitas produksi KUPS Pakebucu tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Pada 23 September 2026, kelompok juga menerima bantuan alat ekonomi produktif yang secara resmi diserahkan melalui Berita Acara Serah Terima Barang.
Serah terima dilakukan oleh Corazon sebagai perwakilan PSPI kepada Karnelis selaku Ketua KUPS Pakebucu. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan produksi, mulai dari peralatan pengolahan seperti blender, alat iris, teflon anti lengket, panci, dan timbangan, hingga wadah penyimpanan berbahan stainless steel.
Untuk mendukung aspek higienitas, kelompok juga memperoleh sarung tangan, masker, celemek berlogo Pakebucu, dan alkohol. Sementara untuk kebutuhan pengemasan tersedia botol kaca, jar, pouch keripik, label produk, alat sealer, dan heatgun.
Membawa Cita Rasa Lokal Bogor ke Pasar yang Lebih Luas
Bagi KUPS Pakebucu, penataan dapur dan dukungan sarana produksi menjadi bagian dari proses membangun usaha yang lebih siap berkembang.
Dapur yang lebih tertata memberikan ruang bagi kelompok untuk bekerja dengan alur yang lebih jelas. Dukungan peralatan juga membantu memenuhi kebutuhan produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan produk.
Transformasi tersebut menjadi langkah penting bagi kelompok perempuan desa yang tengah mengembangkan potensi pangan lokal. Dengan produk Selai Nanas Pala, Sirup Pala, dan Keripik Pisang, KUPS Pakebucu memiliki peluang untuk terus memperkuat identitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Penataan tata ruang, peningkatan standar kebersihan, praktik produksi, serta dukungan alat ekonomi produktif menjadi satu rangkaian yang saling melengkapi. Bagi KUPS Pakebucu, perubahan tersebut bukan sekadar membenahi dapur, tetapi juga membangun fondasi produksi yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Karnelis berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi benar-benar kami terapkan dalam proses produksi sehari-hari. Dengan dapur dan peralatan yang semakin baik, kami ingin meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi KUPS Pakebucu sehingga produk-produk kami bisa semakin dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia juga berharap dukungan dan pendampingan terhadap KUPS Pakebucu dapat terus berlanjut, sehingga kelompok tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga semakin mandiri dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok.
“Harapan kami ke depan, KUPS Pakebucu dapat terus berkembang, semakin mandiri, dan mampu meningkatkan nilai ekonomi dari potensi lokal yang kami miliki. Semoga kerja sama dan pendampingan dari para pihak dapat terus berjalan, sehingga apa yang sudah kami pelajari dan terima hari ini bisa menjadi modal bagi kami untuk berkembang lebih jauh.”
Kini, dengan dapur yang lebih rapi, higienis, terstandar, dan didukung fasilitas produksi yang memadai, KUPS Pakebucu semakin siap membawa cita rasa lokal Bogor menuju pasar yang lebih luas.





0 Komentar